jagalah bumi kita dengan menanam pohon, tidak mencemari lingkungan, hemat energi, dan menjaga kelesatrian alam kita...

Sabtu, 02 Juli 2011

Materi Biosfer

SK : 1.     Menanalisis fenomena Biosfer dan Atroposfer
KD : 1.1  Menjelaskan pengertian fenomena Biosfer


BIOSFER
secara etimologi, Biosfer terdiri dari dua kata yaitu"bios"  yang artinya hidup dan "sphere" yang artinya lapisan. jadi secara harfiah  biosfer adalah lapisan bumi yang mendukung kehidupan suatu organisme atau makhluk hidup. Biosfer meliputi air, tanah, dan udara. 

Gb. Komponen Biosfer


persebaran makhluk hidup dipermukaan bumi tidak merata. persebaran tersebut dipengaruhi beberapa faktor.
faktor-faktor yang mempengaruhi persebaran Flora dan Fauna :

1. Faktor Abiotik
 faktor abiotok terdri dari faktor klimatik (iklim), faktor edafik (tanah), dan faktor fisiografi (ketinggian tempat dan bentuk lahan).
a. faktor klimatik/iklim, yang mempengaruhi kehidupan antara lain yaitu temperatur, kelembapan, angin, dan curah hujan.
  • temperatur, keadaan suhu setiap tempat di muka bumi berbeda-beda karena dipengaruhi oleh intensitas penyinaran matahari.
  • kelambapan udara, tingkat kelembapan sangat berpengaruh khususnya terhadap persebaran flora dan fauna. karena ada tumbuhan yang hanya bisa bertahan hidup didaerah tertentu seperti daerah lembab, kering, dan daerah yang sangat lembab.
  • angin, berperan dalam persebaran tumbuhan dipermukaan bumi.
  • curah hujan, mempengaruhi persebaran tumbuhan dipermukaan bumi. karena tumbuhan membutuhkan air yang sumber utamanya berasal dari air hujan.
b. faktor edafik/ tanah, tingkat kesuburan tanah sangat mempengaruhi pertumbuhan flora. keadaan tanah yang mempengaruhi pertumbuhan flora yaitu tekstur tanah, tingkat kegemburan tanah, humus dan unsur hara, air, dan udara.
c. faktor fisiografi/ ketinggian tempat, sangat mempengaruhi pertumbuhan flora di permukaan bumi. pada setiap ketinggian tertentu tumbuh jenis tanaman tertentu karena ketinggian suatu tempat sangat mempengaruhi perubahan suhu. sehingga jenis tumbuhan pada setiap ketinggian tempat berbeda-beda.

2. Faktor Biotik
faktor biotik yang sangat berpengaruh terhadap persebaran flora dan fauna yaitu manusia. manusia dapat membudidayakan beberapa jenis flora dan fauna.


Persebaran flora dan fauna di muka bumi dipengaruhi oleh 3 faktor utama, yaitu :

1. Penyebab Persebaran

  1. Tekanan Populasi, semakin banyak /bertambahnya populasi akan menyebabkan kebutuhan akan persediaan bahan makanan menjadi semakin sulit dipenuhi sehingga menyebabkan migrasi. 
  2. Persaingan, ketidakmampuan fauna dalam bersaing dalam memperebutkan wilayah kekuasaan dan bahan makanan yang dibutuhkan juga mendorong terjadinya migrasi ke daerah lain
  3. Perubahan Habitat, berubahnya lingkungan tempat tinggal dapat menyebabkan ketidakmampuan dalam beradaptasi terhadap perubahan tersebut dan menjadi merasa tidak cocok untuk terus menempati daerah asal.

2. Sarana Persebaran

  1. Udara, dengan media udara fauna dapat bermigrasi dari kekuatan terbang sedangkan flora dapat menggunakan angin untuk bermigrasi dari berat-ringannya benih.
  2. Air, kemampuan fauna dalam berenang terutama hewan-hewan air menyebabkan perpindahan mudah terjadi.  Benih tumbuhan dapat terangkut dan berpindah tempat dengan menggunakan media aliran air sungai atau arus laut.
  3. Lahan, hampir semua fauna daratan menggunakan lahan sebagai media untuk berpindah tempat.
  4. Pengangkutan Manusia, baik secara sengaja ataupun tidak manusia dapat menyebabkan perpindahan flora dan fauna.

3. Hambatan (barier) Persebaran

  1. Hambatan Iklim, keadaan iklim terutama yang bersifat ekstrim dapat dapat menghambat persebaran misalnya kondisi temperatur, kelembaban udara dan curah hujan.
  2. Hambatan Edafik (tanah), tanah sangat berpengaruh bagi tanaman/tumbuhan karena sangat memerlukan unsur-unsur penting dalam tanah yaitu unsur hara, udara, kandungan air yang cukup. Lapisan tanah yang tipis dan keras membuat hewan-hewan yang terbiasa menggali tanah dan bertempat tinggal di dalam tanah memilih mencari daerah yang lapisan tanahnya tebal dan gembur.
  3. Hambatan Geografis, bentang alam muka bumi dapat menghambat persebaran flora dan fauna seperti samudera, padang pasir, sungai dan pegunungan.
  4. Hambatan Biologis, kondisi lingkungan yang cocok untuk hidup serta persediaan bahan makanan yang melimpah menjadi faktor penghambat flora dan fauna dalam bermigrasi. Hal ini berkaitan dengan kecocokan dengan kondisi alam.




    SK : 1.     Menanalisis fenomena Biosfer dan Atroposfer
    KD : 1.2  Menganalisis persebaran hewan dan tumbuhan




    Persebaran Flora dan Fauna di permukaan bumi


     Persebaran flora di permukaan bumi
    Ilmu yang mempelajari penyebaran tumbuhan dipermukaan bumi dalah Fitogeografi. Persebaran flora dipermukaan bumi dibagi menjadi beberapa habitat yaitu lingkungan darat, lingkungan air tawar, dan lingkungan air laut.

    1. Lingkungan darat
    Tundra, tundra berarti daratan tanpa pohon. tundra merupakan suatu vegetasi yang hanya terdiri dari berbagai jenis lumut. persebaran tundra terdapat di bagian utara Skandinavia, Finlandia, Siberia, Rusia, dan Kanada. hewan yang terdapat di tundra misalnya kelinci, burung hantu, serigala, rusa, dan domba.

    Taiga (Hutan Conifer), adalah hutan yang pohonnya berdaun jarum. taiga terletak didaerah yang lintangnya 45 derajat LU- 47 derajat LU. tumbuhannya meliputi picea, alder dan birc. ciri khas vegetasi taiga yaitu pohon fir, spuce, dan tamarack. persebaran wilayahnya di Rusia, Siberia Utara. jenis hewan yang hidup didaerah ini adalah serigala, beruang, rusa, bajing, burung gagak hitam, dan berbagai burung berkicau.

     Hutan Meranggas daerah iklim sedang, jenis hutan ini terdapat didaerah iklim dingin, yang musim saljunya lebih dari tiga bulan dan didaerah sedang dengan empat musim (panas, dingin, semi, dan gugur). 
    ciri khas hutan meranggas yaitu hutannya selalu hijau pada musim panas, pada musim dingin daunnya berguguran, pada musim gugur menjelang gugurnya daun-daun, timbul warna-warni pada daun-daun karena proses disintegrasi kimia yang terjadi pada daun. jenis hutan ini tersebar diwilayah Amerika Serikat bagian timur, Inggris, Australia, dan ujung selatan benua Amerika. jenis vegetasinya yaitu beec, maple, dan oak.
     Padang Rumput, padang rumput yang luas disebut stepa. padang rumput terdapat diselatan daerah hutan meranggas yang curah hujannya tidak begitu besar dengan suhu yang lebih tinggi. persebaran padang rumput di bumi terdapat di Hongaria, Rusia Selatan, Amerika Selatan, Amerika Utara, dan Asia.

     Sabana, adalah padang rumput yang luas dan diselingi pohon-pohon tinggi.jenis dauna yang terdapat didaerah sabana misalnya jerapah, kijang, zebra, singa, dan macan tutul. sabana biasanya terdapat pada daerah iklim tropis dan subtropis.

     Hutan Trofik Basah,terdapat disepanjang khatulistiwa yaitu didaerah yang memiliki ciri-ciri yaitu intensitas sinar matahari tinggi, suhu selalu tinggi, amplitudo harian maupun tahunan relatif tinggi, dan curah hujan tinggi. 
    hutan tropik basah merupakan suatu tipe vegetasi yang hijau sepanjang tahun, yang terdiri dari pohon-pohon tinggi. dihutan tersebut banyak tumbuh berbagai efifit maupun liana, keadaan pohonya rapat-rapat sehingga sinar matahari tidak dapat tembus kedasar hutan.  persebaran hutan tropik basah terdapat di Asia, Afrika, Amerika dan Indonesia. jenis hewan yang hidup seperti di Asia terdapat orang utan dan siamang, di Afrika  terdapat gorila dan simpanse, sedangkan di Amerika Selatan  adalah jaguar.
     
    Hutan Musim, hutan musim terdapat didaerah yang memiliki iklim musim dan terdiri dari pohon  yang tahan kekeringan.  ciri khas hutan musim yaitu sebagian besar pohonnya terdiri dari trofofita, yaitu pohon yang daunnya berguguran pada musim kemarau, daunnya menjadi hijau kembali pada musim hujan, pohonnya tinggi-tinggi dan jarak antara pohon yang satu dengan yang lain berjauhan, sinar matahari dapat tembus kedasar hutan.  di Indonesia, hutan musim terdapat di Jawa tengah ke Timur sampai di Nusa Tenggara Timur. jenis hewan yang hidup yaitu babi hutan, rusa, harimau, dan kijang.

    Hutan Mangrove (Hutan Bakau), persebarannya banyak di daerah tropik dan subtropik atau sepanjang pantai yang landai. ciri khusus yang terdapat pada hutan bakau adalah kekurangan oksigen baik dalam air maupun dalam tanah, kadar garamnya tinggi, pohonnya berdaun tebal dan kaku, terkena pasang naik dan surut air laut, pohonnya terdiri dari pohon bakau (rhizophora), pohon kayu api (avicennia), bogem (bruguiera).
    persebaran hutan mangrove di Indonesia terdapat disepanjag pantai Timur Sumatera, pantai Barat dan Selatan Kalimantan dan sepanjang pantai-pantai yang rendah di Papua. Hutan bakau yang terluas di Indonesia terdapat di Papua.

    Hutan Berkayu Keras, terdapat di daerah iklim tropis yang kering pada musim panas atau menurut iklim koppen terdapat diwilayah yang beriklim Cs dan terletak pada lintang 30 - 40 derajat LU/LS. ciri-cirinya yaitu pohonnya pendek-pendek, kayunya keras dan berdaun keras, tumbuhan penutupnya terdiri dari semak, jenis tumbuhannya yaitu zaitun.


    2. Lingkungan air tawar
    Lingkungan air tawar meliputi sungai, danau, dan kolam. lingkungan air tawar  yang banyak kehidupannya banyak terdapat pada zone fotik, yaitu bagian perairan yang sinar mataharinya masih dapat tembus kedasar. ciri-ciri dari lingkungan air tawar yaitu kadar garamnya rendah, adanya aliran air, serta dipengaruhi iklim dan cuaca. jenis vegetasi yang hidup di lingkungan air tawar misalnya teratai, enceng gondok, diatomae, ganggang biru, dan ganggang hijau. secara fisik , lingkungan air tawar terdiri dari tiga daerah yaitu:
    1. Litoral, merupakan daerah air yang dangkal, sehingga sinar matahari dapat tembus sampai kedasar. organisme yang hidup di daerah ini seperti tumbuhan berakar, cacing, udang dan plankton.
    2. Limnetik, merupakan daerah air yang terbuka dan cahaya matahari masih dapat menembus kedasar. organisme yang hidup didaerah ini antara lain nekton, dan plankton.
    3. Profundal, merupakan daerah dasar air yang dalam dan cahaya matahari tidak dapat tembus sampai kedasar.
     
    3. Lingkungan air laut
     Luas Lingkungan air laut dipermukaan bumi kira-kira 70%. secara fisik lingkunga laut terdiri dari tiga zona yaitu:
    1. zona fotik, bagian laut yang masih tembus cahaya matahari, kedalamannya antara 10 - 200 meter. daerah fotik yang terdalam terdapat didaerah tropik, sedangkan yang terdangkal terdapat didaerah kutub utara dan selatan.
    2.daerah yang masih tembus cahaya matahari secara remang-remang, kedalamannya antara 200 - 2000 meter.
    3. zona afotik, bagian dari laut yang tidak tembus sinar matahari.




    Persebaran Fauna di Permukaan Bumi


    Gb. Peta Persebaran Fauna Dunia

    secara umum persebaran fauna dunia dikelompokan menjadi beberapa kawasan sebagai berikut:

    Gb. Kelinci Hewan Region Paleartik
    1. Region Paleartik, wilayahnya meliputi Eropa, Rusia, Pantai Pasifik Barat, Jepang, dan Afrika Utara. jenis faunanya yaitu kelinci, tikus, kelelawar, anjing, rusa kutub, dan beruang.
    Gb. Kalkun Hewan Region Nearitik











    2. Region Nearitik, wilayahnya meliputi Amerika Utara, Meksiko Tengah, dan Greenland. jenis faunanya yaitu kura-kura, ular berbisa, dan kalkun.








    Gb. Belut Listrik Hewan Region Neotropik



    3. Region Neotropik, wilayahnya meliputi Amerika Selatan, Amerika Tengah, Meksiko,dan Kepulauan Hindia Barat. jenis fauna nya seperti ikan piranha, belut listrik, tapir lama (jenis unta).

    Gb. Banteng Hewan Region Oriental
    4.Region Oriental, wilayahnya meliputi Indonesia, Malaysia, Indo Cina, dan India. jenis faunanya seperti beruang, tapir, rusa, tikus pemakan serangga, dan banteng.


    Gb. Koala Hewan Region Australia






    5. Region Australia, wilayahnya meliputi Australia, tasmania, dan Papua. jenis faunanya seperti Kangguru, Koala, cendrawasih, kasuari, kakaktua, dan merpati.

    Gb. Zebra Hewan Regional Ethiopian



    6. Region Ethiopian, wilayahnya meliputi Afrika, Gurun Sahara, dan Madagaskar. jenis faunanya seperti zebra, singa, gajah Afrika, dan kuda Nil.













      Persebaran Flora dan Fauna di Indonesia



      Persebaran Flora di Indonesia

      ciri khas flora di Indonesia antara lain:
      1. Umumnya vegetasinya selalu hijau
      2. Jumlah dan tumbuhan banyak
      3. Jenis tumbuhan endemik banyak
       Secara khusus flora di Indonesia  terbagi menjadi tiga yaitu :
      1. Bagian barat termasuk region  flora Asia, 
      2. Bagian Timur termasuk region Australia, 
      3. Bagian tengah termasuk flora peralihan.


      Gb. Burung Cendrawasih Endemik Papua
      Gb. Rafflesia Arnoldi Endemik Pulau Sumatera























      contoh beberapa spesies yang bersifat endemik di Indonesia adalah sebagai berikut:
      1. Burung cenrawasih di Papua
      2. Burung Maleo di Sulawesi
      3. Komodo di pulau Komodo
      4. Anoa di Sulawesi
      5. Rafflesia Arnoldi terdapat di pulau Sumatera dan penyebarannya disepanjang bukit barisan dari NAD samapai lampung.
      6. Bunga bangkai (Amorphophallus titanum) merupakan flora khas Indonesia yang terdapat dipulau sumatera.

      penyebaran flora di Indonesia  secara horizontal adalah  sebagai berikut:
      1. Indonesia bagian barat, cirinya tipe hutannya heterogen, pohonnya berjenis-jenis, sehingga masih lebat dengan curah hujan tinggi, dan sering disebut hutan hujan tropis.
      2. Indonesia bagian tengah, cirinya tipe hutannya homogen/ sejenis hutan musim. pada saat musim kemarau pepohonannya banyak yang gugur dan curah hujan sedang. contohnya hutan jati Jawa Tengah.
      3. Indonesia bagian Timur, ciri iklimnya makin kering, curah hujan sedikit/ rendah, sehingga banyak dijumpai sabana dan stepa, tipe hutannya homogen.



      Persebaran Fauna di Indonesia

      Fauna di Indonesia mencerminkan posisinya diantara  Benua Asia (Oriental) dan Benua Australia (Australian). secara geologis kepulauan Indonesia terbagi atas tiga wilayah, yaitu bagian Barat yang menyatu dengan benua asia disebut  landas kontinen sunda (paparan sunda), bagian tengah disebut wilayah peralihan,  sedangkan bagian timur Indonesia menyatu dengan benua Australia  disebut landas kontinen sahul atau paparan sahul.

      Diantara landas kontinen sunda dengan  wilayah peralihan terdapat batas flora dan fauna  asia yang disebut garis Wallace. sedangkan antara wilayah peralihan  dengan landas kontinen sahul terdapat batas  flora dan fauna Australia  yang disebut garis Weber.
      1. Garis Wallace, adalah garis khayal yang membatasi jenis faua dan flora Asiatis dengan jenis fauna dan flora peralihan.
      2. Garis Weber, adalah garis khayal yang membatasi fauna dan flora peralihan dengan jenis fauna dan flora Australis.

      Gb. Garis Wallace dan Weber membagi wilayah Indonesia menjadi 3 bagian



      faktor-faktor yang mempengaruhi penyebaran hewan:
      1. perbedaan jenis tumbuhan, erat hubungannya dengan jenis binatang.seperti hewan yang hidup di hutan rimba berbeda dengan yang hidup di padang rumput.
      2. perbedaan jenis permukaan bumi, contohnya binatang-binatang yang hidup di air lebih lincah  dan luas daya geraknya  daripada yang hidup didaratan.
      3. pengaruh alam, contohnya  binatang menyusui didarat ditentukan oleh pengaruh alam, yaitu karena adanya rintangan dan hubungan dengan daratan.

       Persebaran fauna di Indonesia di bagi menjadi tiga wilayah:


      Gb. Gajah Sumatera
      1) Wilayah Fauna Indonesia Barat
       wilayah fauna Indonesia barat meliputi pulau Sumatera, pulau Bali, pulau Jawa, pulau Kalimantan serta pulau-pulau kecil disekitarnya. region fauna Indonesia barat sering disebut wilayah  fauna tanah sunda. wilayah fauna indonesia tengah dengan wilayah paparan sunda dibatasi oleh garis wallace.
      Jenis fauna wilayah Indonesia Barat:
      a. mamalia, terdiri atas gajah, badak bercula satu, rusa. banteng, kerbau, monyet, prang utan, macan, tikus, anjing, beruang, kijang, ajag, kelelawar, landak, babi hutan, kancil, dan kukang.
      b. reptil, terdiri atas buaya, kura-kura, kadal, ular, tokek, biawak, bunglon, dan trenggiling. 
      c. burung, terdiri atas burung hantu, elang, jalak, merak, kutilang, dan berbagai macam unggas.
      d. berbagai macam serangga (insekta)
      e. berbagai macam ikan air tawar dan pesut, yaitu sejenis lumba-lumba dari sungai mahakam.



      Gb. Babirusa
      2) Wilayah Fauna Indonesia Tengah (wilayah Wallace)
      wilayah fauna Indonesia tengah sering disebut wilayah fauna Wallacea (peralihan). region ini terdiri dari Pulau Sulawesi dan kepulauan di sekitarnya, kepulauan Nusa Tenggara, Pulau Timor dan kepulauan Maluku. jenis faunanya antara lain:
      a. mamalia, terdiri atas anoa, babirusa, ikan duyung, kuskus, monyet hitam, beruang, tarsius, monyet, seba, kuda, sapi, dan banteng.
      b. reptil, terdiri atas biawak, komodo, kura-kura, buaya, ular, dan  boa-boa.
      c. amphibia, terdiri atas katak pohon, katak terbang, dan katak air.
      d. berbagai macam burung, natara lain burung dewata, maleo, mandar, raja udang, burung pemakan lebah, rangkong, kakak tua, nuri, merpati, dan angsa.


      Gb. Kangguru
      3) Wilayah Fauna Indonesia Bagian Timur
      wilayah fauna Indonesia timur atau wilayah paparan sahul meliputi wilayah papua (Irian Jaya) dan pulau-pulau yang ada di sekitarnya. wilayah Indonesia bagian timur dengan wilayah fauna kepulauan Wallace dibatasi oleh garis Weber.  fauna Indonesia timur meliputi jenis hewan berikut:
      a. mamalia, terdiri atas kanguru, walaby, beruang, nokdiak (landak irian), oposum layang (pemanjat berkantung), kuskus, kanguru pohon, dan kelelawar.
      b. reptilia, terdiri atas buaya, biawak, ular, kadal, dan kura-kura.
      c. amphibia, terdiri atas katak pohon, katak terbang, dan katak air.
      d. burung, terdiri atas nuri, raja udang, cendrawasih, kasuari, dan mandar.
      e. berbagai jenis ikan.
      f. berbagai macam serangga.



      Dampak Kerusakan Flora dan Fauna Terhadap Kehidupan

      Pengaruh kerusakan flora dan fauna terhadap kehidupan antara lain sebagai berikut:
      1. akibat penebangan hutan secara liar dan tidak diimbangi upaya reboisasi akan berpengaruh  terhadap kelangsungan hidup hewan  dan berkurangnya kesuburan tanah yang akhirnya akan membawa pengaruh yang lebih luas seperti banjir dan erosi.
      2. selain erosi dan banjir, penebangan hutan secara liar akan  mempengaruhi kualitas iklim  dan persediaan air tanah.
      3. pembudidayaan pertanian didaerah pegunungan , tanpa menggunakan sistem sengkedan/ terasering, merupakan salah satu penyebab kerusakan lingkungan yang berpengaruh terhadap lingkungan karena dapat menyebabkan dapat terjadinya erosi, longsor dan produktivitas pertanian menurun.
      4. adanya kepunahan beberapa spesies flora dan fauna di habitatnya, salah satu penyebabnya adalah penebangan hutan secara liar.
       upaya untuk pelestarian flora dan fauna harus dilakukan hal-hal sebagai berikut:
      1. ditetapkan Undang-undang no. 5 tahun 1967 tentang perlindungan alam
      2. pembangunan harus dilarahkan pada pembangunan  yang berwawasan lingkungan 
      3. meningkatkan kesadaran akan nilai-nilai ilmiah dan ekonomi masyarakat agar mereka turut serta melestarikan lingkungan.
      4. menetapkan lokasi-lokasi baru untuk perlindungan flora dan fauna.

      7 komentar:

      1. Sangat menarik, dan sangat bermanfaat sekali bagi pengetahuan siswa-siswa. sukses, salam blogger ya mba :)

        BalasHapus
      2. oo iaa, saya minta ijin, tulisannya saya posting ke link mba novi ya... yg tentang biosfer...skali lagi makasih ya mba novi :)

        BalasHapus
      3. ok...thanks nie..atas inormasinya..
        saya blog nie..buat bikin tugas..

        BalasHapus
      4. Ijin link dari Blog saya...

        sukses !

        BalasHapus
      5. makasi materinya.....sangat berguna buat saya untuk mengajar.

        BalasHapus
      6. thanks membantu banget, ijin copast yah thanks:)

        BalasHapus